Andai Aku Jadi Ketua KPK – Versi imajiner.

INDONESIA. Negara Dinamis, akar Budaya yang Realis nan Naturalis, namun Hukum Politik yang Mistis. Salah satunya budaya korupsi yang sudah mengakar & menggejala. Andai Saya Menjadi Ketua KPK, maka;

*) Pertama, memperkokoh & berpegang teguh kepada isi UU Nomor 30 Tahun 2012 Tentang Komisi Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi serta berasaskan kepastian hukum, keterbukaan, akuntabilitas, kepentinan umum, dan proporsionalitas.

*) Kedua, jika hanya mengandalkan badan struktural KPK, bahkan Tim Kajian Strategi Percepatan Pemberantasan Korupsi yang baru saja dibentuk, tidak akan bisa “MEMBERANTAS” segala bentuk tindak pidana korupsi. Aspirasi saya adalah, pengadaan program yang melibatkan seluruh lapisan Masyarakat sebagai konduktor informasi kasus korupsi dengan langkah memberikan peluang kebebasan menginformasikan adanya gejala korupsi bagi masyarakat, memberi komisi berupa upah selayaknya bagi pelapor/saksi, & melindungi pelapor/saksi dari segala tindakan pelaku korupsi berdasarkan UU-RI Nomor 13 Thn 2006 tentang Perlindungan Saksi & Korban.

Apa manfaat dan tujuan dari tindakan ini?

  1. Memudahkan tim KPK dalam temuan kasus tindak pidana korupsi diseluruh Nusantara.
  2. Segenap jajaran tim KPK lebih fokus dalam tindak lanjut penyidikan temuan kasus-kasus yang ada.
  3. Segala penyalahgunaan yang ada di DPR, pegawai departemen, kepala daerah, & di parlemenpun akan menjadi suatu momok & rasa waswas untuk melanjutkan, mengembangkan, & membudidayakan tindakan korupsinya.
  4. Lebih cepat dan efisien dalam meretas & memutus mata rantai hitam korupsi bahkan sampai mengusut kedalam akar-akarnya.

Pesan saya hanya satu; “Nasib Bangsa Tergantung Pada Aqidah Kita Mengikuti Imam Zamannya”. Terima kasih.

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Comments are closed.

%d bloggers like this: